Logo Konco Lulus IDKONCO LULUS ID
Kembali ke semua artikel

21 Oktober 2026

Syarat Agar Tetap Bertahan Hidup di Negeri Ini: Realistis

Syarat Agar Tetap Bertahan Hidup di Negeri Ini: Realistis

Kita sering diajari bahwa jalan hidup yang "benar" itu lurus: sekolah, kuliah, lulus, lalu dapat kerja tetap. Banyak pemuda hari ini baru sadar bahwa jalan itu tidak selalu ada di depan mata.

Angka yang tidak bisa diabaikan

BPS mencatat pengangguran di Indonesia mencapai 7,22 juta orang pada Mei 2026. Angka ini sering disebut membaik, tetapi kelompok usia 15-24 tahun punya tingkat pengangguran sebesar 17,37%, jauh di atas rata-rata nasional. Lalu, pekerja informal masih mendominasi dengan jumlah 87,88 juta orang, sementara pekerja formal hanya sekitar 60,31 juta orang. Artinya, pekerjaan yang punya kepastian gaji, jaminan, dan jenjang karier cemerlang masih menjadi barang langka.

Di balik angka itu ada wajah-wajah nyata: pencari kerja yang antre melamar di minimarket, sarjana yang ijazahnya tersimpan rapi di map, dan orang tua yang diam-diam cemas melihat anaknya belum juga bekerja dengan tetap.

Menunggu bukan strategi

Kita boleh kecewa. Kita boleh mengkritik kebijakan pemerintah yang terasa belum berpihak pada rakyat kecil. Mengkritik itu hak, dan kadang memang kewajiban. Tetapi perut tidak bisa kenyang oleh kritik, dan tagihan apapun tidak berhenti menunggu kebijakan baru pemerintah negeri ini.

Menunggu negara sempurna sebelum bergerak adalah cara paling pasti untuk tertinggal dan menderita sendiri. Maka syarat bertahan hidup hari ini sederhana tapi tidak mudah: realistis.

Realistis berarti menerima bahwa lapangan kerja tidak akan selalu datang kepada kita, jadi kita yang harus menciptakannya, sekecil apa pun itu. Hal ini sesuai apa kata pengusaha, Bob Sadino "Setinggi apapun jabatanmu, kamu tetaplah karyawan. Sekecil apapun bisnismu, kamu adalah bosnya." Maka mari bersama-sama memulai menjadi bos dan berhenti terlalu berharap jadi pekerja/karyawan.

Mulai dari hal kecil, mulai dari yang ada

Bisnis tidak harus bernama keren atau bermodal ratusan juta. Ia bisa berupa jualan makanan dari dapur rumah, jasa desain atau pengetikan, les privat, reseller produk lokal, menjual hasil tani langsung ke konsumen, atau mengajarkan keahlian lewat kelas daring. Data pun menunjukkan arahnya: tambahan tenaga kerja terbesar belakangan ini justru datang dari akomodasi dan makan minum (195 ribu orang), transportasi dan penyimpanan, serta jasa lainnya. Itu sektor-sektor yang bisa dimasuki dengan modal kecil dan keberanian besar.

Beberapa pegangan bagi yang baru mulai:
Mulai dari masalah di sekitar. Bisnis yang bertahan biasanya menjawab kebutuhan nyata tetangga, teman, atau kampus kita. Jangan menunggu siap 100%. Mulai, uji, perbaiki.

Pisahkan uang usaha dan uang pribadi. Banyak usaha kecil mati bukan karena sepi, tapi karena kasnya bercampur. Akhirnya tidak bisa dibedakan mana omset mana uang pribadi. Sehingga bisnisnya sulit menjadi berkembang.

Siap gagal kecil. Rugi kecil di awal adalah biaya sekolah termurah. Terus belajar. Pasar terus berubah, dan yang bertahan adalah yang mau beradaptasi dengan perubahan yang cepat itu.

Bermanfaat adalah ukuran terpenting

Namun bertahan hidup bukan hanya soal untung. Bisnis yang baik adalah yang bermanfaat: bagi diri sendiri, karena memberi kemandirian dan harga diri; bagi keluarga, karena meringankan beban dan membuat dapur tetap mengepul; dan bagi sesama, karena membuka lapangan kerja, sekecil apa pun itu, mulai dari satu orang tetangga atau teman yang kita ajak bekerja.

Usaha yang jujur dalam timbangan, adil dalam harga, dan amanah kepada pelanggan akan memberi keberkahan yang tidak bisa dibeli iklan. Kalau semakin banyak pemuda berpikir begini, maka dari ribuan usaha kecil itu akan tumbuh ekonomi yang berdiri di atas kaki rakyatnya sendiri.

Penutup

Negeri ini mungkin belum sepenuhnya ramah kepada anak mudanya. Tapi kita tidak harus menunggu keadaan sempurna untuk mulai berjuang. Realistis bukan berarti pesimis, melainkan berani melihat keadaan apa adanya, lalu memilih bergerak. Mulailah dari yang kecil, dari yang ada, dari hari ini dan seterusnya.

Butuh pendampingan langsung untuk bagian ini?

Konsultasi Sekarang

Artikel lainnya

Masih bingung memulai skripsi?

Konsultasikan penelitian Anda bersama Konco Lulus ID.

Konsultasi via WhatsApp